Hadits Arbain #01: Setiap Amalan Tergantung Pada Niat

Tulisan tentang “Hadits Arbain ke-1 : Setiap Amalan Tergantung Pada Niat” ini adalah ringkasan yang bisa kami ketik dari kajian Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Hadits Arbain ke 1

عَنْ أَمِيْرِ المُؤمنِينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رضي الله عنه, قال : سَمِعْتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه و سلم يَقُوْلُ

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Penjelasan Hadits Arbain ke 1

Hadits ini menjelaskan bahwa setiap amalan benar-benar tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa yang ia niatkan. Balasannya sangat mulia ketika seseorang berniat ikhlas karena Allah, berbeda dengan seseorang yang berniat beramal hanya karena mengejar dunia seperti karena mengejar wanita. Dalam hadits disebutkan contoh amalannya yaitu hijrah, ada yang berhijrah karena Allah dan ada yang berhijrah karena mengejar dunia.

Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan). Sedangkan niat secara istilah syar’i, yang dimaksud adalah berazam (bertedak) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).

Kalimat “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi, yaitu amalan. Sedangkan kalimat “Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan”, ini dilihat dari sudut pandang al-manwi lahu, yaitu kepada siapakah amalan tersebut ditujukan, ikhlas lillah ataukah ditujukan kepada selainnya.

Kesimpulan Hadits Arbain ke 1

  • Bahwasanya niat sangat berpengaruh besar pada amalan kita, pada hitam-putih amalan kita. Amalan yang besar bisa menjadi kecil dan amalan yang kecil bisa menjadi besar karena pengaruh niat.
  • Niat adalah amalan hati. Dia dikerjakan di dalam hati kita.
  • Fungsi dari niat adalah untuk membedakan antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lainnya. Atau antara ibadah dengan adat. Kemudian untuk menentukan siapa yang kita tuju dalam amalan kita. Apakah Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apakah yang lain, ataukah kita campurkan niat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan karena orang lain?
  • Hendaknya seorang muslim memasang niatnya sebelum beramal. Hendaknya kita tidak mencari kecuali hanya ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Bahwasanya setiap orang itu akan mendapatkan hanya yang dia niatkan saja. Karena dari situlah ibadah kita dinilai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Kadang-kadang ada dua orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi yang satu mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara yang satu hanya mendapatkan pahala yang kecil atau malah mendapatkan siksa dari ibadahnya tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah niat.
  • Ada kategori riya’ yang sepenuhnya riya’ tanpa berfikir mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ini adalah riya’nya orang-orang munafik. Dan para ulama menjelaskan bahwasanya hal ini nyaris tidak terjadi pada diri seorang muslim pada ibadah-ibadah yang tidak nampak seperti puasa dan qiyamullail di rumah sendiri. Namun terkadang masih terjadi pada diri seorang muslim pada ibadah-ibadah yang nampak seperti sholat berjama’ah atau haji.
  • Kalau tercampurnya niat yang baik dan buruk terjadi sejak awal dia melakukan ibadah, maka hal tersebut dapat membuat ibadah tidak sah dan tidak berpahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Adapun jika seseorang menjalankan ibadah dengan ikhlas pada awalnya, kemudian ada godaan niat di tengah-tengah ibadah, maka kalau ia bisa mengusir (godaan)nya dengan segera, maka hal itu tidak berpengaruh pada ibadahnya. Dan jika ia tidak berhasil mengusir godaannya, dan niat yang salah itu bercokol lama dalam ibadahnya, bahkan hingga akhir ibadah, maka menurut pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad dan yang lainnya, bahwasanya amalannya itu tidak sampai sia-sia dan tidak batal. Namun berkurang pahalanya.
  • Kalau seseorang ikhlas dalam menjalankan ibadah dari awal hingga akhir, kemudian dia mendapatkan pujian dari orang lain setelah menjalankan ibadah, maka itu tidak berpengaruh pada ibadahnya. Dan dia boleh ikut gembira dengan pujian orang itu. Namun hendaknya ia berhati-hati jangan sampai nikmatnya pujian tersebut membuat dia salah niat untuk ibadah berikutnya.
  • Hadits ini hadits yang layak untuk ditempatkan pada bagian pertama di setiap pembahasan. Karena menjaga dan mengatur niat adalah hal yang sangat sulit. Bahkan hal ini bisa dirasakan oleh para ulama.

Sufyan ats Tsauri Rahimahullah pernah mengatakan, “Saya tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih sulit daripada niat saya. Karena dia selalu berubah-ubah.”

Abdurrahman bin Mahdi Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Kalau seandainya saya menulis sebuah kitab yang terdiri dari beberapa bab, maka saya akan menuliskan hadits ini dalam setiap bab.”

Karena mereka sangat menjaga keikhlasan niat mereka. Mereka sangat takut niat mereka berubah di tengah-tengah.

Maka dari itu, penting sekali bagi kita untuk saling mengingatkan bila ada teman atau saudara kita yang mulai terlihat salah niat dari perilaku yang dia lakukan, agar ia tidak berlarut-larut dari kesalahan niat. Hal itu adalah bentuk kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita sesama muslim.

Wallahu a’lam.

Video Pembahasan Hadits Arbain ke 1

Video lengkap pembahasan tentang hadits arbain pertama :

Dauroh 42 Hadits Arbain (01): Amal Tergantung Niat - M Abduh Tuasikal

Semoga bermanfaat 🙂

Penutup

Mari turut menyebarkan catatan kajian “Hadits Arbain ke-1 : Amal itu Tergantung Niat” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Tinggalkan komentar